Selasa, 06 November 2012

Kerispatih “Lihat Hatiku”

ROHUL Press Release


Selang tujuh bulan setelah memperkenalkan album ke-7 mereka berjudul “Melekat di Jiwa” dengan single berjudul sama, Kerispatih kembali memperkenalkan single kedua mereka yang bertajuk “Lihat Hatiku”. Sama halnya dengan nomor-nomor Kerispatih yang lain, single ini diciptakan oleh keyboardist band itu, Badai. Sama halnya dengan lagu-lagu Kerispatih yang bercerita soal cinta, “Lihat Hatiku” juga hidup dengan karakter serupa dan musikalitas band itu yang grande.

Menurut Badai, single ini sangat bermakna bagi dirinya. Alasan ini pula yang membuat dia dan rekan-rekannya di Kerispatih memasang “lihat Hatiku” sebagai jagoan kedua mereka di album “Melekat di Jiwa”.  Lagu ini adalah kisah nyata seorang teman Badai. Itulah mengapa Badai merasa lirik-lirik dalam lagu ini begitu hidup dan tajam, namun diramu dengan notasi sederhana. Dua kekuatan ini, diyakini mampu mengikat telinga pendengarnya. Lewat lagu ini, Fandi (vokalis Kerispatih), makin menunjukkan kematangannya sebagai vokalis sebuah band besar.

“Lihat Hatiku” bercerita tentang sesorang yang tak bisa meraih cinta sesungguhnya karena keterbatasan fisik. Adalah seorang cowok tunanetra yang sepanjang hidupnya memendam perasaan cinta kepada gadis idamannya. Meski menyadari keterbatasan dirinya, si cowok tetap memiliki keyakinan bahwa cinta yang dimilikinya adalah perjuangan hidup dan matinya. Cita tak pernah salah. Tapi mungkinkah ketulusan hatinya bisa dilihat si cewek?

Lagu ini ada di antara total 14 buah lagu terbaru Kerispatih dalam album “Melekat di Jiwa.” Secara keseluruhan,  album yang covernya digarap oleh Badai ini, diawali dengan opening “Unforgetabble Journey 2003-2011”. Inilah medley 6 hits terbesar Kerispatih dengan format piano dan orkestrasi megah. Selanjutnya ada lagu “Perjuangan Belum Selesai”, “Melekat di Jiwa”, “Kau dan Dia”, “Lihat Hatiku”, “Karena Mereka Selalu Ada”, “Jangan Pergi Lagi”, “Sudah Jalan Kita”, “Mendewasakanku”, “Selalu Setia Untuknya”, “Bukan Ukuran Cinta Matiku”, “Mengalahkan Hati”, “Telah Menyesal”, dan “Kita Satu”.

Semua lagu dalam album ini direkam di studio Badai, dan Fandi sangat diberikan keleluasaan untuk bernyanyi lepas. Dalam konetks tersebut, Badai (keyboard dan music director), Arief (gitar), Andhika (bas) dan Anton (drum) mengambil posisi sebagai filtrasi kepada Fandi. (PR)

0 komentar:

Posting Komentar