Senin, 22 Oktober 2012

THE RAIN


BILA HATIMU
SINGLE KEDUA ALBUM JINGGA SENJA DAN DERU HUJAN

Kembali ke akar. Lewat single Bila Hatimu, kuartet asal Jogja yang beranggotakan Indra Prasta (vokal / gitar), Iwan Tanda (gitar), Ipul Bahri (bass) dan Aang Anggoro (drum) ini kembali terdengar seperti saat mereka merilis album Hujan Kali Ini (2003). Harmoni vokal, pilihan sound, hingga aransemen, mengingatkan pada album perdana mereka tersebut, atau—untuk yang mengikuti perjalanan The Rain sejak awal—lebih  tepatnya mengingatkan pada saat The Rain mulai terbentuk di awal dekade 2000-an. Saat itu kuartet ini sering membawakan lagu-lagu Gin Blossoms dan beberapa band power pop/ alt. country lainnya.
Bila Hatimu telah ditulis tahun 2004 saat penggarapan album Senandung Kala Hujan. Saat itu The Rain merekam sekitar 30-an lagu. Hanya 12 lagu yang dirilis. Belasan lagu lainnya—termasuk  Bila Hatimu—tersimpan selama bertahun-tahun. Saat pengerjaan album Jingga Senja dan Deru Hujan sepanjang 2011—selain  merekam belasan lagu baru—demo-demo yang tak pernah dirilis ditelusuri kembali. Dan lagu ini ditemukan. Demo mentahnya ditulis oleh Ipul, lalu Indra mengubah beberapa baris lirik dan menambahkan bagian bridge dan coda. Bagian coda-nya merupakan choir yang dinyanyikan langsung oleh mereka berempat.
Lagu ini sebenarnya adalah lagu sedih, tapi tidak diceritakan dengan muram, tidak berbalut penyesalan. Ada semangat yang terbaca dari pilihan nada dan barisan lirik yang mengalun.
“Tak akan sedetikpun kau kusesali, terimakasih untuk pernah menanti. Dan semua yang telah tertulis dengan indah, tetap indah selamanya.”

0 komentar:

Posting Komentar